Sifat Sombong, Takabur, Besar Kepala

Sifat sombong atau takabur atau besar kepala termasuk sifat yang dibenci Allah. Bahkan dikatakan merupakan sifat penghuni neraka.

(dari : http://al-atsariyyah.com/sombong-sifat-penghuni-neraka.html)

Dalam Quran, Allah Ta’ala berfirman:
قِيلَ ادْخُلُوا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا فَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِينَ
“Dikatakan (kepada mereka), “Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu, dalam keadaan kekal di dalamnya” Maka neraka Jahannam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri.” (QS. Az-Zumar: 72)

Dalam hadist juga banyak diperingatkan tentang bahayanya sifat sombong ini,

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ
“Tidak akan masuk surga, orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi kesombongan.” Seorang laki-laki bertanya, “Sesungguhnya bagaimana jika seseorang menyukai apabila baju dan sandalnya bagus (apakah ini termasuk kesombongan)?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu Maha Indah menyukai keindahan. Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” (HR. Muslim no. 91)
Haritsah bin Wahab radhiallahu anhu berkata: Saya pernah mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya:
أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ النَّارِ قَالُوا بَلَى قَالَ كُلُّ عُتُلٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ
“Maukah aku beritahukan kepada kalian siapa penghuni neraka?” Mereka menjawab, “Mau.” Beliau bersabda, “Setiap orang yang kasar, congkak dalam berjalan, dan sombong.” (HR. Al-Bukhari no. 9417 dan Muslim no. 2853)
Dari Abu Said Al-Khudri dan Abu Hurairah radhiallahu anhuma keduanya berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
الْعِزُّ إِزَارُهُ وَالْكِبْرِيَاءُ رِدَاؤُهُ فَمَنْ يُنَازِعُنِي عَذَّبْتُهُ
“Kemuliaan adalah sarung-Nya dan kesombongan adalah selendang-Nya. (Allah berfirman:) Barangsiapa yang menyaiki-Ku (pada kedua sifat ini) maka Aku akan mengazabnya.” (HR. Muslim no. 2620)

Penjelasan ringkas:
Sifat sombong dan takabbur merupakan salah satu di antara sifat-sifat Allah yang hanya boleh dimiliki oleh Allah. Karenanya tidak ada seorang makhlukpun yang boleh bersifat dengannya. Karena siapa saja yang mencoba untuk bersifat dengannya maka Allah Ta’ala akan menyiksanya karena telah menyaingi-Nya dalam sifat yang khusus miliknya, sebagaimana Allah akan menyiksa orang yang menyaingi-Nya dalam ibadah yang merupakan hak khusus milik Allah. Dan sungguh Allah telah menjatuhkan ancamannya ini kepada makhluk pertama yang mencontohkan kesombongan yaitu Iblis. Hal itu terjadi tatkala dia enggan untuk melaksanakan perintah Allah berupa sujud kepada Adam alaihissalam. Semua itu karena sifat sombong dan congkak yang dia miliki dengan merasa lebih baik daripada Nabi Adam alaihissalam. Karenanya wajar jika Ibnu Al-Qayyim rahimahullah menyatakan bahwa sifat sombong merupakan salah satu dari rukun-rukun kekafiran. Hal itu karena kesombongan mengantarkan seseorang untuk menolak kebenaran dan memandang rendah orang lain, sebagaimana Iblis menolak perintah Allah yang merupakan kebenaran dan memandang rendah Nabi Adam alaihissalam yang sebenarnya lebih utama daripada dirinya. Dan sungguh karena sifat sombong inilah Iblis menjadi kafir dan diusir dari langit.
Maka siapa saja yang mempunyai sifat sombong di dalam hatinya walaupun sekecil biji sawi maka dia telah menyamai Iblis dalam hal ini. Dan tatkala Iblis diusir dari surga akibat kesombongannya, maka Allah juga mengharamkan surga dari manusia yang masih mempunyai sifat sombong di dalam hatinya walaupun sekecil biji sawi. Dan itu berarti tempat kembalinya di akhirat adalah neraka Jahannam yang penuh dengan siksaan dari Allah Ta’ala, wal ‘iyadzu billah.

Faidah tambahan yang bisa dipetik dari hadits Ibnu Mas’ud di atas adalah bahwa berhias dan menjaga kebersihan diri bukanlah bentuk kesombongan, karena hal itu dianjurkan oleh Allah Ta’ala.

Jika memang sifat sombong yang terlihat mata maka insyaAllah aku dapat berusaha menghindari. Tetapi jika sombong tersebut ternyata dapat menjelma dalam kegiatan yang kuanggap sebagai kebaikan? nah! inilah yang sulit dihindari.

Ternyata begitu banyak perangkap dosa untuk menuju sombong, dan begitu mudahnya aku masuk ke dalamnya dan menyadarinya pada detik-detik  terakhir, astagfirulllahaladziim.

Jika ada yang bisa kusyukuri yaitu aku masih dapat tersadar sebelum segala sesuatunya semakin menjerumuskan ke arah kesombongan tanpa batas.

Siapakah aku, yang merasa dibutuhkan oleh mereka, merasa memiliki niat baik untuk kami semua. Padahal yang sesungguhnya terjadi IT’S ONLY IN MY MIND! Mungkin sebenarnya mereka muak terhadap niat yang KUanggap baik itu, niat baikku berubah menjadi sifat PAMER dan mengarah ke keSOMBONGan, astagfirullah!

Seharusnya aku lebih berniat baik pada mereka yang benar-benar berada di sampingku, di dekatku, yang sesungguh-sungguhnya membutuhkanku. Seharusnya berniat baik tidak boleh pilih-pilih tempat tetapi lakukan pada tempatmu seharusnya, bagi orang-orang terdekatmu! Utamakan berbuat baik pada mereka yang terdekat, lebih ikhlas melakukannya dalam artian tidak mengharapkan pamrih dalam bentuk sekecil apapun, tetapi murni LillahiTa’ala.

Alhamdulillah, Allah menyayangiku dan memperingatkanku. Sehingga pikiranku terbuka. Bukan salah mereka, hanya aku yang nyaris terjerumus dalam sifat sombong berkedok kebaikan. Sungguh, benar-benar gampang ya terjerumus kesalahan daripada ke arah kebenaran. Astagfirullah.

Benar bahwa adalah kerugian berkata sesuatu yang sia-sia. Ya Allah ampunilah aku, bimbinglah aku agar tetap terhindar dari sifat sombong. Baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Murnikanlah niatku, perbuatanku, semata-mata hanya ibadah kepada-Mu. Aamiin YRA.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s